Kamis, 25 Desember 2008

Mineral Blok : Sumber Mineral Bagi Pertumbuhan Tulang, Gigi dan Jaringan Otot Sapi

Implementasi Prima Tani sebagai wahana desiminasi inovasi teknologi dilakukan dengan bimbingan dan pengawasan langsung oleh peneliti dan penyuluh. Salah satu kegiatan adalah melakukan pelatihan pembuatan mineral blok. Pelatihan terebut diikuti oleh para petani yang memiliki ternak sapi seperti yang telah dilaksanakan klinik agribisnis Prima Tani Kabupaten Bengkalis, Riau, tepatnya di desa Sungai Siput pada akhir Oktober 2008 yang lalu.

Pelatihan pembuatan mineral blok ini bertujuan agar petani ternak dapat memenuhi kebutuhan mineral untuk ternak, disamping dengan pemberian pakan hijauan, agar pertumbuhan dan kesehatan ternak dapat terjaga dengan baik. Hal ini untuk mencegah penyakit defisiensi mineral pada ternak sapi (ruminansia). Diharapkan agar para peternak me­nyadari bahwa pakan hijauan saja tidak akan mencukupi untuk mendapatkan ter­nak yang sehat dan berproduksi optimal.

Mineral blok merupakan sumber mineral untuk pertumbuhan tulang, gigi, dan jaringan otot serta reproduksi pada sapi. Mineral blok juga bemanfaat sebagai bahan enzim, hormon dan substansi lainnya yang diperlukan dalam proses metabolisme.

Gejala defisiensi pada ternak sapi dapat dilihat dari :

  • Ternak sering menjilat atau menggigit bahkan memakan kayu di kandang.
  • Pertumbuhan ternak terhambat (kerdil) bahkan bisa menyebabkan ternak mati.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit defisiensi mineral disebabkan oleh faktor kondisi tanah dan jenis tanaman. Pada tanah berpasir yang sangat miskin unsur mineral, kondisi tanah yang tidak dipupuk, dan ditanami terus-menerus akan mempengaruhi kandungan mineral tanaman yang tumbuh di tanah tersebut.

Tingkat kemasaman (pH) tanah juga mempe­ngaruhi kandungan hara. Pada tanah alkalis dengan pH 8 akan terjadi defisiensi Fe, Mn, dan Zn, sebaliknya pada pH 5 terjadi defisiensi Cu.

Bahan-bahan dan alat yang digunakan untuk pembuatan mineral blok pada pelatihan ini adalah Ultra mineral (20%), garam dapur (69%), tepung semen (11%), Sendok semen dan tempurung kelapa (pencetak mineral), serta air secukupnya. Kegiatan ini dibimbing oleh pengkaji BPTP Riau Irfan, S.Pt. yang merupakan salah satu anggota tim pengkaji pada kegiatan Prima Tani di Kabupaten Bengkalis.


sumber : www.deptan.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar